Essay Charity
APIRMINTA
JAGAT PRAMUDITA
Perkenalkan nama saya Rozin Abdat,
saya berasal dari kelas TI-43-04 dan dari pandega 19. Saya disini akan
menjelaskan sedikit tentang penyerahan sembako kepada salah satu orang yang
berdampak pandemic Covid-19 terhadap pekerjaanya. Pandemic ini mulai muncul
pada pertengahan bulan maret hingga saat ini. Pandemic itu sangat sangat
berpengaruh besar pada perekonomian di Indonesia. Terutama pada pekerjaan seperti
dagang, wirausaha dan lain lain. Pedagang dan sebagainya berdampak besar di
karenakan saat pandemic ini orang-orang melaksanakan program pemerintah yaitu
stay at home. Oleh karena itu penghasilan dari para pedagang otomatis sangat turun
drastis dari pada sebelum pandemic. Akan tetapi, para pedagang tidak patah
semangat dalam mencari sesuap nasi untuk keluarganya.
Pada
hari Minggu, 20 Desember 2020 saya melakukan kegiatan charity/ kegiatan amal
sebagai salah satu tugas ospek jurusan yang saya dapatkan. Saya melakukan
kegiatan ini di Desa Ketapang, Kabupaten Banyuwangi. Pada hari itu saya tidak
sengaja melihat seorang kakek tua yang sedang berjalan dipinggir jalan dengan
membawa alat yang dipikul dan terbuat dari kayu untuk membawa dagangannya. Ketika
saya dekati ternyata kakek tersebut berjualan kacang rebus. Kacang rebus
tersebut dijual beliau dengan harga 5000 per 3 ikat. Dalam pertemuan saya
tersebut saya sempat bertanya tentang nama, umur dan alamat beliau. Beliau
adalah Bapak Tejo yang sudah berusia 70 tahun.
Setiap hari Bapak Tejo berprofesi sebagai penjual kacang rebus yang
beliau bawa dari rumah menuju tempat - tempat wisata yang ada di sekitaran
daerah Banyuwangi. Beliau menempuh jarak puluhan kilo dengan berjalan kaki mengingat
daerah asal beliau adalah Desa Olehsari yang dimana berjarak sekitar kurang
lebih 20 km dari lokasi ketika saya bertemu dengan beliau. Bahkan saya pernah
bertemu dengan beliau ketika saya berada di lokasi wisata yang berjarak kurang
lebih 25 km dari rumah beliau.
Bapak Tejo telah berjualan kacang rebus sudah berpuluh
- puluh tahun demi menghidupi keluarganya. Mungkin pekerjaan ini hanya memberikan
sedikit keuntungan bagi beliau, namun bagi beliau ketika bisa makan setiap
harinya adalah anugerah dari Tuhan yang perlu disyukuri. Pada kali ini saya
berkesempatan memberikan sedikit bantuan berupa sembako pada beliau. Sembako
yang saya berikan terdiri dari beras 2,5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1
kg, teh celup 1 box, kopi 1 renceng dan mie instan 5 bungkus. Alasan saya
memberikan sembako pada Bapak Tejo adalah karena saya sangat salut kepada
beliau yang sangat kuat dan tegar meskipun setiap harinya berjalan dengan tidak
mudah. Ketika saya memeberikan sembako pada beliau, beliau sangat menyambutnya
dengan senang hati dan senyuman yang lebar. Melihat tanggapan beliau saya
merasa sangat senang bisa membantu sesama. Alasan lain memilih beliau untuk
saya berikan sembako adalah karena saya merasa pada kondisi pandemi Covid-19
ini saya merasa bahwa seluruh pekerjaan sangat berdampak. Termasuk beliau
adalah salah satu orang yang sangat berdampak. Apalagi beliau berstatus sebagai
pedagang. Beliau bercerita bahwa pandemik ini menurunkan hasil penjualannya
hingga 40%. Itu merupakan salah satu kerugian terbesar yang di alami oleh Pak
Tejo. Dimana yang setiap harinya penghasilan beliau dominan didapatkan ketika
beliau berjualan di tempat wisata, sedangkan di keadaan seperti sekarang
kemungkinan besar orang akan mengurungkan niatnya untuk berwisata dan bahkan
beberapa tempat wisata ada yang ditutup oleh pemerintah. Tentunya beberapa hal
tersebut dapat berdampak pada penjualannya.
Setiap harinya Bapak Tejo semangat dalam mencari
nafkah untuk mencukupi keluarganya dirumah yang dimana kelurganya juga
bergantung pada penghasilan beliau untuk mencukupi kehidupan sehari - harinya
namun beliau tetap sabar dan tabah. Beliau rela bekerja keras meskipun harus
berjalan kaki di bawah terik matahari yang sangat menyengat dan terkadang juga beliau
harus menerjang hujan demi menafkahki keluarganya.
Saya sungguh salut dengan semangat Pak Tejo yang tidak
kenal lelah meskipun dengan usia beliau yang sudah tergolong lansia namun tetap
semangat bekerja dan tidak merepotkan orang lain. Dan terlebih lagi beliau
sangat sabar dan bersyukur atas pekerjaannya. Rasa salut saya bertambah ketika
saya mencoba membeli kacang rebus pada
beliau dan beliau memberi tambahan bagi
saya sebagai tanda terimakasih telah memberikan sedikit sembako untuk beliau.
Mungkin bagi saya harga sembako tersebut tidak seberapa namun bagi beliau
mendapatkan sembako tersebut adalah hal yang sangat luar biasa.
Kesan saya terhadap kegiatan charity ini adalah saya
sangat senang adanya kegiatan tersebut. Karena adanya kegiatan tersebut membuat
saya merasakan bagaimana kesusahan yang di alami oleh Pak Tejo dalam kondisi pandemic
ini. Selain itu kegiatan charity ini sangat bermoral. Dimana kegiatan ini
sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan rasa saling tolong menolong terhadap
sesama tanpa memandang ras, suku, dan agama. Kegiatan ini sangat membuka
pikiran saya yang bagaimana jika saya ada di posisi Pak Tejo saat ini. Apakah saya
sekuat Pak Tejo atau tidak. Dan melalui kegiatan charity ini saya bisa lebih bersyukur
pada Allah mengenai apa yang saya punya saat ini. Karena tidak semua orang selalu
mudah menghadapi kehidupannya. Kegiatan charity ini juga memberikan pelajaran kepada
saya untuk lebih bekerja keras dalam menghargai apa yang saya dapatkan saat
ini. Melalui kegiatan charity ini saya lebih menghargai orang tua saya yang dimana
mereka berusaha dan bekerja untuk menafkahi saya dan keluarga. Dimana yang
menjadi tujuan dari seorang anak adalah membahagiakan kedua orang tua dan sekitarnya
Pesan saya untuk kegiatan charity ini adalah saya
sangat mendukung kegiatan charity ini di laksanakan setiap tahun saat acara ospek
jurusan maupun kegiatan yang lain. Karena kegiatan charity tidak hanya
dilakukan Ketika kita diberi tugas. Namun harapannya dengan kesadaran kita
sendiri, kita dapat berbagi dan saling tolong menolong dengan orang lain. Dimana
kegiatan charity itu adalah perbuatan yang sangat mulia. Dikatakan perbuatan
mulia karena ibaratnya kita memberikan sembako itu sama saja kita memberikan
sedikit kebahagiaan bagi orang tersebut. Jika kita membuat orang Bahagia, kita
pun turut Bahagia juga.
Pelajaran yang dapat saya ambil dari kegiatan saya ini
adalah saya sadar bahwa banyak orang yang memerlukan bantuan dari kita. Apalagi
dalam kondisi seperti ini, dimana orang orang mengalami kesusahan dalam hal ekonomi.
Maka dari itu, bantulah orang lain baik yang kita kenal maupun tidak kenal dan
bantulah mereka sedikit atau banyak. Bantuan dari kita akan sangat berguna dan
menghasilkan senyuman pada orang lain. Kita bisa membantu mereka dengan semampu
kita meskipun hanya memberikan sedikit rezeki kita. Kita tidak perlu merasa
cemas akan habis harta. kita. Jika kita memberikan sedikit kemudahan bagi orang
lain, kita akan mendapat balasan entah itu datang dari mana dan kapan saja.
Berikut lampiran foto Kegiatan Charity:

Komentar
Posting Komentar